6 09 2012

THE ANSWER IS LOVE

Cintailah yang di Bumi, agar dicintai yang di Langit (Chinese proverbs)

Jono mengisahkan suatu pengalaman ketika dia mendapat giliran memeriksa seorang pasien baru, sebagai dokter jaga.  Setibanya di rumah sakit, Budi, dokter jaga yang digantikannya, menarik lengannya dan mengajak menjauh.  “pasien yang akan kau jaga menderita kanker ganas, bahkan penyakitnya sudah menjalar ke wajahnya, wajahnya sudah rusak parah.  Kamu siap mental saja, sebab kamu pasti akan kaget dan ngeri melihatnya”, kata Budi.

Jono lalu bercerita, “saya masuk ke ruaangan dan menatap pasien itu, benar kata budi.  Wajahnya rusak berat dan dipenuhi dengan luka yang membusuk.  Awalnya saya sungguh merasa sangat jijik”.  Jono ingat, kendatipun dia merasa sangat jijik, dengan penuh kesadaran dia memilih untuk mengasihi pasein itu.  Jono katakana, “pada detik itu pula saya putuskan untuk memAndanginya dengan tatapan penuh cinta kasih.  Sungguh ajaib, dalam pAndangan saya, wajah pasien itu berubah. Saya melihat kecantikan jiwanya.  Saya bisa melihat semangatnya bangkit, dan itu sangat membahagiakan saya.  Itu terjadi karena pikiran bawah sadar saya meyakini bahwa dia menangkap keputusan saya untuk berbelas kasih kepadanya”.

Demikianlah, kekuatan keputusan pikiran kita untuk berbelas kasih dapat merubah diri kita.  Berbelas kasih atau berbagi cinta ini bukan sekedar perhal emosi belaka, melainkan suatu ketetapan pikiran untuk menjadi manusia yang penuh cinta.

Cinta kasih adalah modal dasar meraih tujuan hidup manusia pada umumnya : bahagia di dunia dan di akhirat kelak.  (tujuan hidup ini sungguh sangat utama untuk dikenali dan ditetapkan pada langkah awal kehidupan yang benar.  Sangat disayangkan bila terjadi seperti ini,” Tragedi terbesar dalam hidup akan terjadi bila seumur hidup Anda dihabiskan untuk memancing, namum kelak Anda menyadari ternyata mencari ikan bukanlah tujuan utama hidup Anda”.  Henry David Thoreau).  Untuk meraih bahagia, cinta adalah prasyarat wajib.  “Cinta itu hakikat kehidupan. Bila dia hilang, hilang pula kehidupan Anda”, kata leo Buscaglia. “All we need is love”, kata John Lenon.

Cinta kasih kepada sesame, kepada orang lain, kepada makhluk lain, adalah hal yang amat dianjurkan.  “Berusahalah mengasihi orang lain dengan begitu semangat cinta kasih Anda akan membuka sebuah dunia yang indah, dan Anda hanya akan melihat kebaikan pada diri semua orang yang Anda temui”,John Boyd.  Dianjurkan pula oleh para tetua, sebelum mencintai orang lain, cintailah dirimu sendiri.

Mencintai diri sendiri bukanlah konteks menggumbar egoism, atau mengedepankan kepentingan diri sendiri.  Mencintai diri sendiri adalah dalam konsep petuah ini, “kletika Anda melihat diri Anda tidak berbeda dengan yang lain, ketika Anda rasakan apa yang mereka rasakan, lalu siapa yang Anda bisa sakiti?”,  Hukum Emas (The Golden Rule) menyatakan, “Perlakukan orang lain sebagai mana Anda ingin diperlakukan”. Atau dalam ajakan Craig Neal, sebagai berikut, “Berlutut dan ciumlah bumi ini.  Syukurilah eksistensi Anda sebagai penghuni bumi.  Cintailah diri Anda sendiri dan mereka yang ada disekitar kita, maka hidup Anda akan terasa sangat indah”.

Dalam teori 7 habits dari Stephen covey, kita mengenal ada personal victory (daerah kemenangan pribadi) dan public victory (daerah kemanangan public).  Setelah berhasil mengendalikan diri sendiri, carilah ” kemenangan” atau  tepatnya keberhasilan, dalam berhubungan dengan orang lain, kita mengenal teori itu sebagi win-win Therory, sama –sama menang.

Suka atau tidak, kita melakukan apapun di dunia dengan memiliki satu pamrih, dalam ujud apa saja.  Seorang ibupun pada dasarnya memiliki pamrih terhadap anak-anaknya (meskipun dinyayikan, “kasih ibu… hanya member, tak harap kembali”.)  Pamrih sang ibu adalah agar sang anak bahagia, sehingga ujungnya ibupun akan bahagia pula.  Demikianlah, semua manusia mempunyai agenda kepentingan masing-masin.  Hanya tantangannya adalah bahwa seyogyanya agenda itu adalah agenda dalam jalur yang positif, yang mulia, bukan jalur negative atau jalur yang tercela.

Terori win win adalah teori yang menyatakan bahwa kesuksesan dan atau kebagiaan baru dapat dicapai bila kita membuat orang lain sukses dan atau bahagia.  Suatu pola pikir agar kita mampu mengaplikasikan teori win-win adalah sebagaimana dinasehatkan sebagai berikut, “jangan berprasangka buruk kepada orang lai, maka kau tak akan pernah disakiti, karena semua orang punya segudang kebaikan.  Jangan iri hati kepada orang lain, sebab kau punya bakat dan kelebihan sendiri”, Eileen Lindsay.

Diluar pemikiran terori win-win sebagai suatu konsep kemanusiaan belaka,  sesungguhnya teori ini adalah suatu falsafah spiritual yang sangat mendasar dan dirumuskan secara sederhana,” Cintailah yang dibumi, agar di cintai yang dilangit”.  Falsafah ini adalah perwujudan dari fakta hidup kita, bahwa,” kita bukanlah mahluk fisik yang menjalani kehidupan spiritual. Kita justru adalah makhluk spiritual yang menjalani kehidupan fisik di dunia”.

Akhirul kalam, semoga kisah ikan yang gelisah ini akan senantiasa mengingatkan kita. Ini kisah seekor ikanyang mencari samudera. Ikan ini bertanya kepada kawan kawannya,” kamu lebih senior dari aku. Karena itu tentu kamu tahu dimana aku dapat menemukan samudera.  Aku sudah mencarinya kemana-mana tetapi sia-sia, tidak ketemu”.  Ikan senior menjawab, “samudera itu ya tempat yang ini, tempat kamu sekarang berenang ini”. Si ikan yang lebih muda menyangkal,” Hah ? ini Cuma air biasa saja, bukan samudera”.  Dengan rasa kecewa ia berenang renang ketempat lain.Yang terhormat para pembaca, Yang Maha Kuasa tidak pernah jauh dari kita.

 

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: