Jendela Kelas SD

15 02 2012

“Besok kamu mulai masuk sekolah nak, Abang kamu yang akan mengantar kamu ke sekolah , ibu dan ayah cari uang untuk sekolah kamu nanti”  kata ibu dengan lembut kepadaku, sebelum aku pulas tertidur malam itu.

Ya, hari itu adalah hari pertama aku menginjak bangku sekolah Dasarku, menginjak bangku sekolah, aku hanya ditemani abangku yang mengantarku untuk pertama kalinya bersekolah

Memasuki gedung sekolah yang terasa masih asing buat anak seusiaku saat itu, sungguh sangat menyeramkan sekali…  Pintu pintu kelas berjejer, dengan riuh dipenuhi anak anak SD seusiaku, riuh tapi tetap membuat hatiku tidak nyaman.

Sampailah aku di ujung gedung sekolah, dimana kelas pertamaku yang akan aku hadiri tiap harinya nanti. sudah ada calon2 teman temanku, sama seperti aku, mereka ditemani oleh  ibu atau ayah mereka. Dan aku hanya ditemani oleh abangku tercinta.

Upsss.. bu guru meminta calon2 siswanya agar masuk ke kelas dan duduk dibangku, kulihat semua masuk dengan tertib, ada juga yang duduk dengan ditemani orang tuanya, tapi aku abangku memintaku agar masuk tanpa ditemaninya, abangku hanya mengawasi aku dari balik jendela kelas.

Tiba saatnya perkenalan, ibu guru memanggil nama kami satu persatu

“Budi Yanto”… bu guru memanggil salah satu dari kami, … dan seorang anak dengan tubuh sedikit gemuk, mengangkat tangan.. “Saya bu”..

“Siapa nama orang tuamu, nak?” tanya bu guru lagi,  “Aceng” bu..  terdenger riuh diluar kelas para orang tuan yang mengantar anaknya berteriak dan  ada juga yang tertawa…

Diantara riuhnya suara diluar kelas, aku mendengar suara seorang bapak  “.. itu anak loe, ceng?”, gendut juga kaya bapaknya”..

Tiba giliran nama ku dipanggil, “Lukman Hakim”, .. dengan sigap aku berdiri sambil mengangkat tangan tinggi tinggi, dengan suara ku paksakan lantang, dan sedikit gemetar ..  “saya bu”..

“Siapa nama orang tua mu, nak?” tanya ibu guru kepadaku.  “Bustami Tailor” bu… wuihhhhh suara diluar lebih ramai lagi, aku melirik ke arah abangku yang masih setia menungguku di luar, dari balik jendela kelas dia tersenyum kepadaku… tanda setuju dengan jawaban yang ku berikan kepada ibu guruku.

Hari berlalu, musim berganti, tiba saatnya aku masuk masa remaja, mulai mengenal lagu lagu barat. Dan salah band paforite ku adalah band grup Duran Duran, dan “ordinary word”  adalah lagu kesukaanku, dimana salah seorang vokalisnya adalah Jhon Taylor

Mulai bertanya lagi dalam hatiku, apa hubungannya Jhon Taylor dengan bapak ku Bustami Tailor?… jangan2  bapakku bersaudara dengan mereka, itu pertanyaan dalam hatiku.

Kini semua telah terjawab, ternyata ayahku dahulu adalah seorang penjahit baju dan jas yang handal di Ps Minggu, dan ayahku memiliki kios yang sesuai dengan namanya “ BUSTAMI TAILOR”

But now, I proud to you Dad.. Really do Proud to you!!..  terima kasih atas perjuangan ayah yang telah mengantarkan aku menjadi seperti ini.

(Sepenggal cerita masa kecil) Sunter, 14.02.2012

Advertisements